BERITA  

Haram Hukumnya! Bumdes dan Bumdesma Saingi UMKM dan Usaha Warga, Apalagi Sampai Membunuh Perekonomian Rakyat Kecil

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Abdul Halim Iskandar. (Istimewa)
Keterangan foto: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Abdul Halim Iskandar. (Istimewa)

MOJOKERTO, infodesaku.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Abdul Halim Iskandar, kembali menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) tidak boleh menjadi pesaing baru bagi usaha milik warga maupun UMKM yang sudah ada sebelumnya. 

Dengan demikian, keberadaannya harus lah menjadi mitra strategis yang akan menggerakkan, mengonsolidasikan dan meningkatkan ekonomi warga desa.

“Jangan sampai Pemerintah Desa melahirkan BUM Desa malah ekonomi menurun, haram hukumnya. Harus mengkonsolidir dan memfasilitasi atau memberikan pendampingan baik dalam hal produksi maupun peningkatan kualitas sekaligus pemasaran,” kata Gus Halim saat meninjau UMKM pengrajin sepatu binaan BUM Desa Medali Beraksi di Desa Medali, Puri, Mojokerto, Senin (01/02/2022).

Disadur dari Portal Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Selasa (15/02/2022), Gus Halim–sapaan akrab Abdul Halim Iskandar menambahkan, bahwa BUMDes adalah institusi sosial dan komersial. Tentunya selain aspek profitabilitas, BUMDes juga harus berperan sebagai mitra strategis untuk men-support pengembangan UMKM maupun usaha milik warga sekitar. 

Di samping itu, Gus Halim menginginkan BUMDes juga memberikan pendampingan, baik dalam hal produksi maupun peningkatan kualitas sekaligus pemasaran.

Tak hanya itu, Gus Halim juga mewanti-wanti kepada pemerintah daerah, khususnya para bupati, agar tidak mudah memberi izin usaha kepada supermarket, apabila sekiranya dapat mematikan UMKM atau usaha milik warga desa.

“Semangat BUM Desa dan BUM Desa Bersama bukan hanya sekedar membentuk unit usaha apalagi bentuk usahanya sama persis dengan milik warga setempat, dengan tujuan meraup keuntungan dan menambah APBDes. Tetapi ada yang lebih penting dari itu adalah bagaimana kehadiran BUM Desa itu betul-betul membawa kemaslahatan, membawa kesejahteraan bagi warga masyarakat desa. Menjadi pendamping dan konsolidator warga masyarakat itulah justru yang sangat diharapkan,” katanya.

Sekedar informasi, Medali Beraksi merupakan salah satu BUM Desa yang mendapat apresiasi dari Gus Menteri dan bakal dijadikan pilot project karena telah berhasil menjadi konsolidator dan fasilitator terhadap UMKM pengrajin sepatu di Mojokerto, Jawa Timur.

Setidaknya ada 120 pengrajin dibawah binaan BUM Desa Medali Beraksi, mereka didampingi langsung oleh BUMDes Medali Beraksi terkait produksi, peningkatan kualitas dan juga pemasarannya. (FikA)

Leave a Reply

Your email address will not be published.