BERITA  

Menteri Halim: Pengentasan Kemiskinan Desa Tak Beres Karena Pendataan Desa Belum Beres

Keterangan foto: Kemiskinan. (Ilustrasi/Internet/Istimewa)
Keterangan foto: Kemiskinan. (Ilustrasi/Internet/Istimewa)

KENDAL, infodesaku.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menyatakan data desa menjadi kunci penting dalam upaya percepatan pembangunan desa. Menurutnya, jika selama ini berbagai program pengentasan kemiskinan di level desa selalu tak tuntas, hal itu karena tidak didasarkan pada data valid di lapangan.

Demikian hal itu disampaikan Abdul Halim Iskandar saat berdialog dengan kepala desa, perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), saat kunjungan kerja di Desa Meteseh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (08/01/2022).

“Sudah saatnya kita sudahi kurang efektifnya berbagai program percepatan pembangunan desa selama ini dengan penggunaan data desa yang valid. Saat ini pengumpulan data desa hampir rampung kita lakukan. Data-data inilah yang akan menjadi dasar berbagai rencana aksi dalam mempercepat pembangunan desa demi kesejahteraan warga desa,” kata Halim, sebagaimana dilansir dari Portal Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Rabu (12/01/2022).

Lebih lanjut, dia mengatakan, bahwa data desa yang saat ini dikumpulkan dari berbagai desa di pelosok nusantara akan memberikan cerminan fakta di lapangan. Hal ini terjadi karena mereka yang mengumpulkan data tersebut adalah para perangkat desa, pendamping desa, maupun para relawan dari masing-masing desa. Dengan demikian validitasnya benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. 

“Data warga miskin, kecil itu kalau di desa. Karena apa? Ya paling banyak kan mendata 8.000-12.000 warga. Tapi jika hal itu dilakukan di seluruh Kendal nanti jadi berapa besar itu datanya. Ini 8.000-12.000 warga sudah termasuk besar, kalau di tempat lain 4.000-6.000 warga,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Gus Halim ini juga menyatakan, sudah saatnya kepercayaan terhadap Desa terus ditingkatkan oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di negeri ini. 

Menurutnya, harus diakui, selama ini banyak pihak yang masih memandang remeh terhadap kemampuan stakeholder desa dalam menyelesaikan masalah pun juga para perangkat desa itu sendiri. 

“Situasi ini tidak bisa terus dibiarkan, apalagi dari tahun ke tahun performa desa dalam mengelola dana desa maupun program kerja kian meningkat. Itulah makanya tadi saya sampaikan kepada Pak Kades, memang saatnya sekarang kita percaya desa, karena desa bisa,” ujarnya.

Gus Halim menegaskan jika data desa berbasis SDGs Desa ini telah rampung, maka akan menjadi titik tolak percepatan pembangunan desa. Nantinya, data SDGs Desa ini akan dijadikan sebagai instrumen untuk menekan kepada semua pihak agar urusan terkait data langsung tanya ke desa. Data SDGs Desa akan jadi pintu masuk untuk semuanya agar ditanyakan ke desa.

“Dan saya memang fokus itu data, sudahlah data kemiskinan itu tanya ke desa, jangan mengarang. Percayalah kepada Desa,” katanya. (FikA)

Leave a Reply

Your email address will not be published.