banner 728x250

Bebaskan Kemiskinan Kronis di Desa, RPJMDes Harus Sesuai SDGS

  • Share
Keterangan foto: Kemiskinan. (Ilustrasi/Internet/Istimewa)
Keterangan foto: Kemiskinan. (Ilustrasi/Internet/Istimewa)
banner 468x60

JAKARTA, infodesaku.com – Menteri Desa, Pembangunan Dearah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Abdul Halim Iskandar kembali mengingatkan, agar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) haruslah sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.

Oleh karena itu, ia pun meminta seluruh daerah untuk membantu desa agar segera menyelesaikan pemutakhiran data SDGs Desa.

“Langkah-langkah yang sedang dan akan ditempuh oleh Bapak Wakil Presiden yang merupakan tindak lanjut atas amanah Pak Presiden agar tahun 2024 Indonesia terbebas dari kemiskinan kronis, bahkan Pak Presiden menyatakan tegas nol persen dari kemiskinan kronis, maka data desa sangat dibutuhkan,” ujar Halim, seperti dilansir dari Portal Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Rabu (22/09/2021).

Hal itu disampaikan, Doktor Honoris Causa dari UNY ini saat melakukan sosialisasi Permendes Nomor 7 tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2022 untuk Indonesia Wilayah Timur, yang digelar secara hybrid, Selasa (21/09/2021).

Lebih lanjut, pria yang karib disapa Gus Halim ini mengatakan, penyelesaian pemutakhiran data SDGs Desa penting dilakukan untuk melihat dengan jelas data masyarakat miskin kronis di desa dengan berbagai permasalahan yang riil. 

Dengan begitu, lanjutnya, pengalokasian dana desa untuk mengatasi kemiskinan kronis di desa akan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Penanganan kemiskinan kronis kalau berbasis data mikro, pasti akan tepat sasaran, pasti akan terukur, dan pasti akan mudah dilihat hasil capaiannya,” jelasnya. 

Di sisi lain, Gus Halim berharap jumlah anggaran untuk dana desa tahun 2022 tidak mengalami penurunan, yakni tetap pada angka Rp 72 Triliun. Pasalnya, dana desa sendiri akan digunakan untuk mengatasi permasalahan kemiskinan kronis di level desa.

Seperti diketahui, dana desa telah disalurkan ke seluruh desa dengan total anggaran pada tahun 2015 sebesar Rp20,67 Triliun, tahun 2016 sebesar Rp 46,98 Triliun, tahun 2017 sebesar Rp60 Triliun, tahun 2018 sebesar Rp60 Triliun, tahun 2019  sebesar Rp 71 Triliun, dan tahun 2021 sebesar Rp 72 Triliun.

“Karena tugas desa semakin banyak. Termasuk tugas yang berkali-kali disampaikan Pak Presiden bahwa tahun 2024 Indonesia harus terbebas dari kemiskinan kronis,” ujarnya. (FikA)

banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *