banner 728x250

Sinergi Pusat dan Daerah Memajukan Desa

  • Share
Keterangan foto: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar. (Istimewa)
Keterangan foto: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar. (Istimewa)
banner 468x60

JAKARTA, infodesaku.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Abdul Halim Iskandar mengatakan tidak ada problem sinergi antara pemerintah pusat dan di daerah.

Menurutnya, kunci sinergitas itu, yakni dengan adanya kesepahaman antara kedua belah pihak. Dimana hal itu dimulai dari pemerintah pusat. Ia mencontohkan seperti program atau kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemendes PDTT yang selalunya jelas dan mudah dipahami.

“Kunci jelas ini artinya dipahami. Makanya kemudian semua kebijakan yang yang saya keluarkan selalu diiringi Village Summary, supaya ruh kebijakan bisa dipahami dan terbukti efektif,” kata Halim, dikutip dari Portal Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Jumat (20/08/2021).

Ia pun mencontohkan beberapa program, BLT Dana Desa misalnya, yang dimulai dari proses kebijakan, kewenangan ke Kepala Desa untuk melakukan pendataan dan penentuan lembaga yang lakukan pendataan.

Kemudian seperti Relawan Desa Lawan Covid-19, dimana Kades sebagai Ketua Relawan kemudian pendataan dilakukan tiga orang berbasis RT. Dengan 8 Juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), hampir semua mengatakan tepat sasaran.

“Karena prinsip dari desa untuk desa, sejak awal kami tekankan hingga merasa bagian penting dari proses pembangunan,” kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Kemudian yang juga penting, yakni penyederhanaan diksi, agar masyarakat yang berasal dari berbagai latar pendidikan itu bisa pahami kebijakan yang diterbitkan. Kemudian agar Para Kepala Desa pula–yang juga beragam latar pendidikannya–bisa langsung diaplikasikan dan tidak disibukkan memahami konsep

“Olehnya, disini peran pendamping desa menjadi sangat penting agar perencanaan pembangunan di desa bisa berjalan,” kata Halim.

Kemudian petunjuk teknis pun dibuat atraktif seperti meme-meme yang bisa dipasang oleh Kepala Desa di tempat publik. Petunjuk seperti Protokol Kesehatan di Pasar, di Balai Desa dan Tempat lainnya.

Meme itu selalu diberikan tempat untuk pemasangan foto Kepala Desa agar jadi motivasi untuk menampilkan ini.

“Ini termasuk yang menciptakan pola hubungan Kementerian Desa dengan Kepala Desa, Ketua BPD dan warga,” katanya.

Pria yang akrab disapa Gus Halim ini melanjutkan, kebijakan itu juga diberikan arah yang jelas seperti arah penggunaan Dana Desa agar semua Desa tidak pikir panjang untuk salurkan Dana Desa.

Gus Halim mengatakan, selalu ada sinergi antara Pemerintah Pusat dan Desa karena RPJMN 2020-2024 berkaitan dengan kebutuhan desa seperti penurunan kemiskinan, peningkatan kesehatan, stunting dan akses pendidikan.

Untuk meningkatkan komunikasi dengan desa, dilakukan komunikasi secara virtual dengan desa yang tidak terkendala sinyal.

“Kemudian di Kemendes, kami menyiapkan tim yang dinamakan Sapa Desa yang setiap hari telpon setiap desa. Jika lancar, tiap tiga bulan, desa akan tersapa kembali,” kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Kemendes PDTT juga membangun sinergitas dengan Pemerintah Daerah untuk memaksimalkan pembangunan di desa. (FikA)

banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *