banner 728x250

Sekjen Desa PDTT: Pentingnya Literasi Bagi Perempuan Sebagai Pejuang Pembangunan Desa

  • Share
Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Sekjen Kemendes PDTT) Taufik Madjid. (Istimewa)
Keterangan foto: Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Sekjen Kemendes PDTT) Taufik Madjid. (Istimewa)
banner 468x60

JAKARTA, infodesaku.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Taufik Madjid, membuka Webinar yang diselenggarakan Perpustakaan Kemendesa, PDTT dengan tema “Pentingnya Literasi bagi Perempuan dalam Menunjang Perannya sebagai Pejuang Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi”, pada Rabu (28/07/2021).

Sebelum membuka webinar yang dihadiri oleh ratusan peserta melalui Zoom Meeting dan YouTube, Sekjen Taufik Madjid memberi semangat untuk penyediaan ruang diskusi dan literasi bagi perempuan dalam menunjang perannya sebagai pejuang pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi.

Dikutip dari Portal Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Jumat (30/07/2021), dalam kesempatan itu, Sekjen Taufik Madjid juga mengingatkan empat tindakan afirmatif dalam pembangunan desa berkaitan dengan kelompok marjinal.

Secara harfiah, affirmative action atau tindakan afirmatif adalah, kebijakan yang diambil yang bertujuan agar kelompok/golongan tertentu (gender ataupun profesi) memperoleh peluang yang setara dengan kelompok/golongan lain dalam bidang yang sama.

“Pertama adalah menjadikan kelompok marjinal seperti kaum perempuan dan kelompok difabel sebagai perangkat desa dan anggota BPD, sehingga dapat mempengaruhi produk kebijakan,” ujarnya.

Kedua, adalah menjamin keterlibatan dan mengakomodasi suara dari kelompok marjinal dalam forum Musyawarah Desa. Ketiga, melakukan pengorganisasian, pendampingan dan penguatan terhadap kelompok marjinal agar lebih berdaya dan berperan aktif dalam kegiatan pembangunan desa. 

Kemudian yang keempat adalah menjamin hasil pembangunan berdampak secara langsung pada akses dan kualitas kesejahteraan kelompok marjinal.

Lebih lanjut, Taufik Madjid kembali mengingatkan tujuan pembangunan desa sebagaimana dijelaskan dalam Undang Undang Desa Pasal 78 Nomor 6 Tahun 2014.

“Pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya   alam dan lingkungan secara berkelanjutan,” tuturnya.

“Pasal ini juga dapat dimaknai bahwa kelompok sosial marjinal harus menjadi penerima manfaat utama dari pembangun­an desa,” sambung Sekjen Taufik Madjid.

Sebagai informasi, acara ini juga dihadiri oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemendesa, PDTT, Erlin Chaerlinatun, Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando sebagai pembicara, dan Deputi Bidang Penguatan Masyarakat Sipil Sektor Sosial Budaya IRE Dina Mariana sebagai moderator.

Dalam laporannya, Kabiro Erlin Chaerlinatun pun menjelaskan alasan dipilihnya tema webinar yang berkaitan dengan poin SDGs Desa nomor 4 dan 5 ini.

“Tema ini kami pilih sehubungan dengan tujuan ke 4 SDGs Desa yaitu Pendidikan Desa Berkualitas dan tujuan ke 5 SDGs Desa yaitu Keterlibatan Perempuan Desa,” jelasnya. (FikA)

banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *